Rabu, 01 September 2010

Konflik Indonesia dan Malaysia



Sungguh miris melihat konflik perbatasan antara Indonesia dan malaysia. Padahal dua negeri ini masih satu rumpun melayu jika ditinjau dari aspek rumpun bangsa, dan masih saudara ditinjau dari kemusliman penduduknya. Konflik ini muncul ketika perasaan Nasionalisme terusik akibat dari perbatasan yang dilanggar salah satu negeri. Paham nasionalisme inilah akar masalah yang memicu pertikaian. Islam tidak mengakui paham Nasionalisme, sukuisme atau kabilah. Karena itu seorang muslim dituntut hanya ada satu ikatan yaitu Akidah, bukan sekat-sekat kebangsaan yang dibatasi wilayah teritorial. Karena Islam universal untuk seluruh bangsa dan umat. Seorang muslim merupakan saudara muslim yang lain meskipun beda wilayah,ras dan warna kulit.
Paham ini merupakan racun yang disuntikkan Penjajah untuk memalingkan umat islam dari ikatan yang sebenarnya yaitu akidah islam. Benar bahwa kita harus mempertahankan tanah air dari penjajahan atau gangguan, tapi respon itu harus dilandasi persepsi yang benar apakah itu muncul dari nasionalisme atau akidah Islam?. Apabila Indonesia dan Malaysia jadi berperang ini merupakan kekonyolan sebab merupakan perang antar saudara. Oleh karena itu persepsi tentang ikatan apa yang hendak kita bangun harus di luruskan. Bila kita melihat dengan kacamata nasionalisme maka konflik tidak akan berakhir. Karena itu persatuan umat islam yang berasaskan akidah islam yang akan membangkitkan. Bukan nasionalisme semu.
Betapa banyak negeri yang bertikai bukan saja antara Indonesia dan Malaysia tapi seluruh negeri kaum muslimin. Padahal umat islam dilarang berpecah belah tapi diwajibkan untuk bersatu dalam satu kepemimpinan Khilafah.

Ditulis Oleh : Ridwan Setiyadi // 08.16
Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blogroll

Diberdayakan oleh Blogger.